Sembari aku memanaskan air di teko, kau bisa duduk dibangku menyajikan cerita.
Kita menghabiskan waktu bercerita, sepintas tentang angka dan manusia. Cerita telah habis kita menyeduh kopi dan terus riang tertawa.
Bagaimana cerita sore kemarin?
Kau masih saja duduk berdua menghadap sunyi, sementara aku didepanmu.
Aku menjelaskan tentang asa dan rasa.
"Kopi ini pahit, tapi tidak ketika aku bersamamu" rayuku.
Aku ingat jelas, kengerian malam itu aku tak bersamamu.
Kau jelas ingat.
Aku tiada.

0 komentar:
Posting Komentar