Realistis dalam realita




“Hadapi kenyataan sebagaimana adanya, bukan seperti yang lalu atau yang ada maui” - Niccolo Machiavelli


Di dalam dunia begitu kompleks, kita selalu dihadapkan dengan dua pilihan yang tidak menyenangkan. Kita tidak dapat memilih untuk terus membuat orang menyenagkan, menjadi pribadi seseorang atau terus dalam lingkaran yang tentunya bukanlah kita. Kita tidak dapat mengandalkan pengandaian-pengandaian sederhana dalam menilai baik atau salah, sekali lagi;  dunia begitu kompleks. Selalu ada hal yang kita berikan kepada orang yang belum tentu baik, baik buat kita dan tentunya baik buat orang lain. Ada porsinya, ada takar-menakar dalam memberi.

Lebih baik menyadari diri sebagai “apa” saya dan keeadaan sebagaimana adanya serta bertindak berdasarkan hal itu. kita mengambil tanggung jawab secara langsung dalam genggaman tanpa menyalahi orang lain ketika keliru.

Akhir-akhir ini banyak hal keliru dariku, tindakan ceroboh, naas hingga fatal. Apapun tanggung jawab digenggamanku adalah milikku, bukan menjadikannya sebagai kita. Tetapi aku tak menolak jika seseorang mengupayakan masalahku untuk diringankan.

Jadi yang berguna tak harus menjadi rotan, akar pun bisa menggantikan. Jadi realistis, kenyataan itu adalah sebagaimana adanya diriku sendiri.

Share this:

0 komentar:

Posting Komentar

Bila berhati Adelinda!