Digital Ekonomi: Digitalisasi Ekonomi dalam Media Sosial untuk Sociopreneur Pertanian
Dalam
era teknologi, kini tak lagi di pungkiri bahwa keberadaan teknologi dalam
kegiatan ekonomi menwarkan alternatif dalam interaksi global yang sangat mudah,
baik secara individu, bemasyarakat. Pakar ekonomi digital Amir Hartman
mendefinisika ekonomi digital sebagai “the virtual arena in which business actually
is conducted, value is created and exchanged, transactions occur, and
one-to-one relationship mature by using any internet initiative as medium of
exchange” (Hartman 2000). Menurut Hartman tak ada lagi batasan dan bendungan
dalam transaksi dalam hubungan perdagangan dan ekonomi, karena semua nilai dapat diciptakan dan diperjualbelikan antara
perorangan maupun kelompok secara global. Peran digitalasasi ini sangat mempengaruhi tiap aspek
kegiatan yang kemudian akan sejalan dengan perkembangan teknologi dan
pendidikan, pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan per kapita maupun
kebutuhan pangan.
Digitalisasi ekonomi
merambah berbagai belahan pelosok dunia, semua kegiatan saling terhubung dengan
mudah dan instan. Semua kemudahan dapat diciptakan dengan sentuhan “klik” dari perangkat-perangakat yang
saling terhubung. Digitalisasi ekonomi pesat sangat membantu dalam dunia
ekonomi pertanian berupa transaksi, kemudahan
otomasi pembayaran dan menabung, memantau harga yang fluktuatif, memenuhi pasar
global, mengurangi kesenjangan produksi dan berbagai kegiatan ekonomi pertanian
termasuk kegiatan sosialnya sekalipun.
Dampak
digitalisasi ekonomi merupakan dinamika yang sangat merubah tatanan sosial
masyarakat termasuk dalam perekonmian pertanian. Kewirausahaan petani atau
wiratani muda harus dapat mengaudit dinamika sosial agar kegiatan usaha dapat
terus bergerak dan sustainable.
Dinamika sosial merupakan tantangan bisnis dan ekonomi yang terus bergerak
tanpa pasti, reflek, dan mengarah pada perubahan lingkungan. Seorang young sociopreuner yang andal harus
mampu mengubah digitalisasi dalam ekonomi dan bisnis menuju perubahan yang
baik. Digitalisasi ekonomi bertransformasi menjadi media sosial yang sangat
berharga untuk kegiatan kewirausahaan.
Dalam kegiatan kewirausahaan sosial, digitalisasi yang
berupa media sosial memiliki fungsi yang sangat penting, semisal dalam ekonomi
akan menghasilkan pendapatan yang biasanya bergantung pada penjualan, maka dari
segi sosial kewirausahaan sosial menjadi sebuah hasil. Media sosial
sebagai hasil yaitu berupa perekrutan
dan edukasi kepada khalayak untuk bergabung dalam kegiatan sosial usaha tani yang kemudian hasil dapat tersalurkan dengan
konsep keadilan, baik keuntungan finansial atau aktualisasi masyarakat. Selain
itu juga dukungan anggota merupakan umpan balik yang cepat, menikmati ruang
interaksi publik yang murah, serta kemungkinan adanya interaksi anggota dengan
masyarakat yang semuanya adalah dampak dari media sosial. Kemudian, fungsi lain
dari media sosial yang terditalisasi adalah loyalitas tiap anggota baik dalam
kelompok sosial tani maupun antar wiratani. Loyalitas ini lahir dari aksi-interaksi
dari media membangun tiap diri petani. Selanjutnya, dampak yang dapat dirasakan
adalah mendapatkan sumberdaya manusia yang cepat dan berkompetensi dalam bidang
pertanian. Misalnya, media sosial memberi gambaran dan edukasi pertanian
melalui pratktik-praktik ataupun video yang membahas dalam bidang pertanian.
Sumber manusia yang andal dalam praktik pertanian akam memunculkan hubungan
masyarakat yang baik, kegiatan di pertanian khususnya di pedesaan akan
meningkatkan taraf kehidupan di segala lini. Maka, wiratani sosial yang mampu
menggemggam dengan baik digitalisasi ekonomi berupa media sosial akan mampu
terus bergerak dan sustainable dalam segala kegiatan yang berdampak berupa
hasil, partisipasi anggota, sumber manusia yang andal, loyalitas anggota dan
mendapatkan hubungan masayrakat yang baik.
0 komentar:
Posting Komentar